Follow the path…

Follow the path of the unsafe, independent thinker. Expose your ideas to the dangers of controversy. Speak your mind and fear less the label of ‘crack-pot’ than the stigma of conformity. And on issues that seem important to you, stand up and be counted at any cost. -Thomas J. Watson-

Advertisements

Test

Barusan ngambil personality test lagi. Biasanya dapet ENTP, kali ini dapet ENTJ wkwk. Geser dikit ya, Perceiving jadi Judging. Hasil testnya bilang gini :

  • You have moderate preference of Extraversion over Introversion
  • You have slight preference of Intuition over Sensing
  • You have marginal or no preference of Thinking over Feeling
  • You have marginal or no preference of Judging over Perceiving

Kalo gitu gw bisa jadi ENFP sama ENFJ juga dong? :’D

Tapi dari apa yang gw perhatiin emang tipe personality ini gak mutlak satu tipe buat satu  orang. Lucu kalo gw bilang gw mutlak ENTP, selagi gw punya banyak sifat dari tipe lain. Tapi gak apa-apa sedikit menipu ihihi.

Ini nih yang gw banget dari 4 tipe di atas.

  • ENTPs are less interested in developing plans of actions or making decisions than they are in generating possibilities and ideas.
  • ENFJ’s are so externally focused that it’s especially important for them to spend time alone. This can be difficult for some ENFJs, because they have the tendency to be hard on themselves and turn to dark thoughts when alone.
  • There is not much room for error in the world of the ENTJ. They dislike to see mistakes repeated, and have no patience with inefficiency. 
  • Although the ENTP is more interested in absorbing information than in making decisions, they are quite rational and logical in reaching conclusions.
  • ENFJ’s people skills are so extraordinary, they have the ability to make people do exactly what they want them to do. They get under people’s skins and get the reactions that they are seeking.
  • An ENFP who has “gone wrong” may be quite manipulative – and very good it. The gift of gab which they are blessed with makes it naturally easy for them to get what they want.
  •  Although their logical abilities lend strength and purpose to the ENTP, they may also isolate them from their feelings and from other people.

Dengan ini, 2014 bakalan tambah seru buat eksplorasi diri hihi. Gw butuh banyak orang, banyak kejadian buat ngetes beberapa teori di atas. Benar atau salahkah? Mana tau kalau gak dicoba? 😉

 

Random

Don’t believe what your eyes are telling you. All they show is limitation.

Look with your understanding.

Karena gak semua yang keliatan di kulitnya adalah apa yang di rasa wkwkwk. Kadang lo harus berdiri di sepatu yang sama untuk mengerti. Itu sebabnya kita gak boleh terlalu cepat ngejudge seseorang. Coba pikir dulu alasannya, be positive, beri waktu, baru ambil kesimpulan 🙂

Dependency

Baiklah, emosi saya sedang berantakan sekarang. Mungkin menulis ini salah satu cara biar bisa tenang lagi wkwk. Oke saya mulai ya? Begini. Saya berprinsip tidak terbiasa untuk bergantung sama orang lain. Kenapa? Orang bilang saya tipe orang yang mandiri. Apa-apa dikerjain sendiri, punya masalah disimpan sendiri. Kelewat mandiri, suka memendam perasaan, kata seorang teman SMA saat saya minta dia menuliskan kelemahan saya. Masuk universitas saya mencoba untuk pelan-pelan membagi masalah dengan orang lain.

Tahun lalu, saya sadar saya melanggar prinsip saya untuk tidak bergantung sama orang. Awalnya saya tidak berniat begitu, serius. Sebaliknya, saya yang berniat membuat orang itu mengandalkan saya. Biasanya sih, saya tidak akan merasa ada hubungan apa-apa. Toh cuma cerita, dan saya cuma perlu mendengarkan. Ternyata quote di bawah benar. Lama-lama saya menganggap orang itu seperti saudara sendiri. Ada saat saya butuh dia, dan sebaliknya.

Sebenarnya dengan anggapan bahwa dia saudara saya, itu membuat saya sadar akan banyak hal. Pertama, saya yakin suatu saat kata-katanya akan lebih menyakitkan dibanding kata-kata orang lain. Kedua, saya sadar jika suatu saat saya kehilangan orang ini, sedih yang saya rasakan mungkin akan sama dengan kehilangan orang tua sendiri. Mungkin lebay, tapi begini kenyataannya. Ketiga, saya harus siap jika suatu saat saya harus membuang rasa gengsi untuk menyelesaikan masalah (yang melibatkan orang itu) yang ke depannya pasti muncul. Jujur yang ini agak sulit. Saya bisa dibilang sangat keras kepala, dan menganggap harga diri ada di atas segalanya.

Sekarang saya sedang merasakan kondisi ketiga. Wow, dan bodohnya saya yang memulai masalah itu. Pada mulanya saya rasa saya akan baik-baik saja. Orang datang dan pergi kan? Seperti kata Oyo, “friend is only an attribute with an END”. Saya mencoba untuk menghapus ketergantungan saya akan orang ini. Tidak mudah, sesuatu yang sudah dilakukan lebih dari 14 hari memang akan jadi kebiasaan. Kebiasaan untuk ingin say “hai” lengkap dengan emote unyu lewat chat fb, atau makan soto di kantin sampai dicengin tukang soto, atau dengan santai bilang “eh gw mau cerita”, “bangunin gw”. Hal yang tidak biasa dan tidak bisa saya lakukan sama orang lain.

Yah yasudah semuanya sudah lewat, menyesal juga sudah tidak ada gunanya. Sekarang saya berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama ke depannya. Semoga saya bisa lebih gampang untuk mengucap kata maaf, makasih lebih dulu dibanding orang lain yang memulai. Sebelum ada orang yang hilang sambil membawa sebagian diri saya 🙂

“For everyone you create to be dependent on you, you are equally dependent on them. Neither relationship is healthy.”
― Alan Cohen

Running?

Run, and run, and run and then look back to see that the only possible danger was, in fact, you.

Gw gak suka ditekan, dan kemarin ada orang yang dengan sok taunya menekan tombol yang salah. Reaksinya jadi jelek deh berhubung ini awal bulan #ifyouknowwhatimean. Untuk orang yang tidak tau gw orang macam apa, tolong jangan sok tau. Walau kadang gw menikmati melihat kesoktauan orang, tapi di saat-saat tertentu bisa sangaaat annoying wkwkwk

Bicara soal lari, mungkin sekarang gw juga lagi lari-lari. Kenapa? Mungkin karena jalan di trotoar terlalu mainstream. Dan jalan itu enaknya sambil ngobrol sama orang yang ngerti lo. Tapi ya dunia gak selalu berjalan seperti apa yang lo mau kan? Ternyata orang yang jalan di sebelah adalah orang-orang yang sama sekali gak mengerti dan gak kenal lo.

Capture

Gak jelas ya gw ngomong apa? Gw juga bingung wkwkwkwk. Intinya gw sedang ada masalah dan mungkin gw lagi lari. Gw gak pandai dalam berkata-kata atau mengekpresikan apa yang gw rasakan. Jadi kalo gw ada masalah mendingan jangan nyuruh gw langsung cerita atau ngajak gw ngomong. Takutnya gw malah ngasih reaksi yang negatif haks haks.

Oiya mungkin tweet ini mencerminkan masalah gw sekarang :

Capture

 

Udah itu aja, gw capek ngetik + mikirnya wkwk. Dadah :*

Envy

Baru-baru ini ada orang yang bilang “gw iri sama lo deh”. Untuk kemudahan penyebutan nama mari kita beri samaran. Kalo samarannya nama bunga terlalu pasaran ya. Karena gw pecinta hewan kita sebut dia CAPUNG aja #okesip

Reaksi pertama gw kaget sih. Abis kaget gw bingung. Rasanya harusnya gw yang iri sama CAPUNG. Si CAPUNG ini pinter, jelas sih gak perlu belajar pun orang ini bisa dapet IP lebih tinggi dari gw wkwk. Nah abis itu CAPUNG juga banyak kenalan, siapa sih yang gak kenal CAPUNG? Kakak kelas, adik kelas, mau dosen juga kenal deh. Lalu lalu si CAPUNG ini bisa ngoding, bisa design, bisa apa aja.

Lalu apa yang ngebuat dia iri sama manusia aneh yang masih dalam tahap development ini?

Sejujurnya gw kesel kalo ada orang bilang “gw iri sama lo deh”.  Yang pertama, jelas dia gak bersyukur. Kedua, dia ngeliat apa yang orang punya aja, yang dia punya gak diliat. Ketiga, dia gak bersyukur. Keempat, dia gak bersyukur. INTINYA DIA GAK BERSYUKUR! hahaha.

Hai CAPUNG kamu bisa terbang tinggi loh, gw aja cuman bisa jalan di tanah. Ini juga gw bersyukur banget gak bisa terbang. Gw takut tinggi hahaha

“There is to be no envy except in two cases: (towards) a person to whom Allah has granted wisdom, and who rules by this and teaches it to the people, and (towards) a person to whom Allah has granted wealth and property along with the power to spend it in the cause of the Truth.”

[Al-Bukhaari & Muslim]

Sip banget tuh copas dari wikipedia kan #huft oiya, sebelum ditutup nih ada photo yang gw ambil pas pulang kumpul Kreavi 😀

DSC01243

Berkali-kali gw mikir mungkin mereka gak cerita karena mereka sendiri bisa handle masalah masing-masing. Oiya mungkin juga emang karena gw gak ngasih solusi apa-apa. Mungkin :p

Dulu nyokap gw pernah bilang, “Jangan terlalu percaya teman, mereka nggak terus ada buat kamu.”

Dulu gw gak percaya. Biasalah, gw dulu masih muda hahahaha. Sekarang mulai bisa mikir. Ternyata iya.

Mungkin sekarang temen-temen gw juga mikir gitu ya? Mungkin mereka mikir gw gak selalu ada buat setiap masalah mereka? Begitu?

Ya ini hanya asumsi. Salah satu asumsi gw yang belum tentu benar.

Suatu saat terjawab, mungkin jawaban itu bisa menghilangkan rasa gundah di hati ini :3

Random

Percuma. Salah satu kata yang selalu muncul di pikiran gw akhir-akhir ini.

Percuma. Percuma. Percuma. Selama ini semua berjalan baik, hanya karena satu fakta semuanya hancur.

Percuma. Sekarang sangat ingin menggabung kembali sesuatu yang hancur itu. Tapi percuma, ini tidak sama.

Menyesal memang selalu datang di saat terakhir, di mana semuanya sudah terlambat.

Yah, sudahlah ini pelajaran. Semoga tidak terulang lagi 🙂